Masyarakat Tanpa Notasi

Aku seringkali kesepian

Aku selalu sendirian

Tapi aku tak pernah berada di tempat sesunyi ini

Aku dengar malam mengendap-endap masuk ke dalam kamarku

Apa yang kutinggali kini adalah hamparan senyap

Padang kesunyian yang sangat

Di malam yang lalu

Aku mendengar nafasku

Nafas ibu menidurkan anaknya

Nafas bocah-bocah yang terlelap dalam pelukan ibunya

Nafas yang menderu dari seorang ayah

Nafas seekor burung

Nafas sebatang pohon

Menjadi suara-suara dalam kepalaku

Yang membuat tertidur dengan sangat lelap

Tapi kini,

Aku tidak mendegar suara apapun

Aku hanya mendengar kesenyapan

Meski aku seringkali kesepian

Meski aku selalu sendirian

Tapi tidak malam ini

Aku tidak mendengar apapun

Kecuali suara tangis yang sangat panjang

Suara tangis yang muncul dari jauh

Jauh sekali

Kucari di sekelilingku

Tak ada

Kucari di dalamnya hutan

Tak ada

Tetap kudengar

Suara tangis yang jauh

Suara tangis yang dalam

Dalam sekali

Dari dalam

Dasar

hatiku

sumber : http://irdarajat.wordpress.com/2014/11/10/masyarakat-tanpa-notasi-sebuah-catatan-musik-dari-tanah-runcuk/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s