Tak Ceritani Tentang Dosen dan Jodoh Hidupnya

Gambar

 

Sebagai pembukaan di salah satu mata kuliah saya, Dosen saya bilang ke pada mahasiswanya begini “Mas sudah punya pacar?”. Belum pak, jawabnya. “ckckck, segera cari mas. Gini lho mas selagi kamu kuliah kamu itu harus cepet-cepet punya pacar. KTM-mu itu mas ya, sakti! Teknik Elektro ITS”. Lalu dosen saya  melanjutkan dengan ceritanya dahulu waktu dia kuliah ditahun awal 90an.

 

Dosen saya dulu punya pacar anak SMA lalu putus, pernah juga sama anak Tekfis lalu putus karena gak cocok. Waktu SMP (kalau tidak salah) punya pacar lalu sampai pacarnya kuliah di kedokteran, pacarnya diambil orang yg dokter juga. Dengan berbagai pengalamannya itu dia menjelaskan, “mas kalau kamu sekarang kuliah cari pacar anak SMA kebanyakan mereka itu jual mahal mas. Entah gara gara kamunya yg ketuaan atau gimana pokoknya mereka kebanyakan jual mahal.” Kami yang jarang lihat wanita di jurusan teknik ini jadi bingung.

Lalu dia menambahkan, “Mas kalau kalian cari cewek anak unair, kalian pasti minder duluan pasti ya. Jangan minder mas, mereka itu pasti ada fasenya dapet cowok macem apa aja pasti mau, pokoknya dapet”. Hahaha kami semua ketawa sambil heran.

Itu semua masih pembukaan.

Lain cerita dosen Teknik Mesin yang sangat beken di kampus ini. Jadi di di cerita ini ada karakter A (dosen pembukaan tadi) dan yang saya ceritakan ini karakter B (dosen teknik mesin). Singkat cerita dosen ini dulunya pinter sekali lulus cepet dari teknik mesin. Sewaktu menunggu wisuda dia ditanyain sama temennya. “Eh, Kamu lak bentar lagi wisuda. Sudah punya gandengan buat wisuda belum?”. Belum lah!, cari cewek susah sekarang. “Hahahahaha, percuma wisuda lulus cepet tapi gak punya gandengan”. Bener juga

Si Dosen B ini akhirnya dibela-belain kos di deket kampus A unair yang isinya cuma jurusan Kedokteran gigi dan Kedokteran. Setiap dia makan, dia selalu makan di deket kampus A sambil mencari link. Pernah suatu ketika melihat cewek yang cuantik dan pas rasanya dihatinya dia. Diperhatiin terus cewek itu di lain harinya. Sampai dia kenalan sama dia dan bla bla bla tau kalau cewek itu anak orang mapan, sedangkan dosen saya itu sewaktu itu belum punya apa-apa. “Saya aja waktu itu sebagai mahasiswa kendaraan buat transport aja gak punya mas, ya gak punya motor apalagi mobil”.

Singkat cerita dosen itu dateng kerumah cewek kampus A unair itu. Oh iya, cewek itu anak FKG. Jadi aslinya si cewek itu bahkan gak ngebolehin pak dosen B yang masih mahasiswa teknik mesin itu kerumahnya. Entah dia kerumahnya naik apa dia gak menceritakan. Dia langsung ke bapaknya dan bilang “Pak, maksud kedatangan saya kesini ingin mengambil (melamar) anak bapak, saya tulus saya sayang sama anak bapak.” . Dann apa jawaban bapak cewek FKG itu?

“Kamu ini punya apa kok berani-beraninya melamar anak saya!” itu jawaban wajar, karena bapak calon mertua itu pengennya punya mantu PNS. Kalau dilihat juga anak anaknya yg lebih tua juga sudah dapet suami, masing masing tentara sama dokter. Tapi akhirnya si calon dosen itu sukses menikah sama cewek FKG itu walaupun pada waktu pernikahan, si bapaknya cewek FKG itu masih ngerasa sangat janggal di hatinya. wajar

Tapi dosen saya membuktikan, kalo dia bener-bener sayang dan bener-bener mau membuktikan kalau dia bakal sukses. Dia sampek kuliah S2 S3 di ITB. Walaupun semuanya juga dirintis dari Nol, idupnya waktu kuliah S2 S3 ya serba pas-pasan, sampek kendaraan mereka jual buat biaya kuliah. Si Cewek yg waktu itu sudah jadi dokter gigi juga rela kerja di puskesmas walaupun ya sukarela gak dibayar. Akhirnya ya dosen tadi jadi dosen beneran dan itu PNS sesuai spesifikasi yg diminta mertuanya 😀

Akhirnya apa, akhirnya yg paling banyak membantu keluarga istrinya ya pak dosen tadi. Perlu diiingat, digaris bawahi, di italic juga kalau perlu kalau profesi tentara atau dokter ya gak selalu mapan. Karena dosen tadi sungguh sungguh mau kerja keras berusaha, ya dia sekarang yang paling dibanggain dari mantu mantunya tadi.

Lain cerita dengan dosen saya yang A tadi,

Dia belum cerita ke kelas yg saya ikuti ini tapi saya sudah pernah denger ceritanya dia sama jodohnya dari kelas lain. Jadi di pembukaan tadi saya ceritakan kalau si dosen saya pacarnya selama SMP dilamar orang lain yg dokter. Jadi dia buktiin kalau bisa kuliah di FK juga. Lulus dari Teknik Elektro, dia S2 mengambil kedokteran. Keren kan? kok bisa? saya ya masih heran

Singkat ceritanya lagi, dosen saya itu ketemu jodohnya disana. Kondisinya hampir sama, dia juga masih belum punya apa apa. Tapi berani ngelamar anak itu tadi. Rumahnya jauh sekali, tapi sekali lagi. Dia juga gak punya transport. Ini cerita yang pernah tak denger lho ya. Jadi dia ke rumah calon mertuanya yg jauh itu naik bemo. Lalu turun dirumah temennya yg deket sama rumah calon mertuanya itu buat mandi dan pinjem kendaraan.

Kendaraan apa yg cocok buat ngelamar anak FK itu? motor? gak mungkin. Apakah mobil? nggak jugaa. Dia pinjem kendaraan sepeda ontel. Sampek rumahnya dia bilang ke calon mertuanya kalo mau ngelamar anaknya. Yasudah akhirnya ya dimarahin. Marahinnya berjam-jam ada kalau lebih dari 6jam. Tapi akhirnya hati calon mertuanya itu luluh juga. Gak lama, mereka menikah. Sekarang dosen saya itu ya ngajar di elektro, tapi juga ngajar di FK unair. Juga sama sama sukses sekarang, kadang anaknya juga dibawa sewaktu kuliah. Anaknya masih kecil, ganteng dan main game mulu di iPadnya.

Inti yg bisa diambil apa too. Kalau kamu bener bener sayang dan cintaa. Yaudah, ndang dilamar gak peduli sama status sosial dan keuanganmu sekarang. Hampir sama dengan bisnis, bisnis yang bagus kan dirintis dari nol. Bukan dari modal gedhe. Tapi juga kamu harus berani bertanggung jawab dan bisa buktiin 🙂

 

 

Advertisements

3 thoughts on “Tak Ceritani Tentang Dosen dan Jodoh Hidupnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s