Line Tracer Setelah Update 3 Kali

Udah 2minggu ga nyentuh blog nih jadi kangen . Ni koneksinya soalnya lemot jadi sulit nulis , sempat berfikir pakai WLW seperti disarankan mas Fachrulx2 dari blog sebelah tapi belum ada waktu . back to topic, pasti tau kan Line Tracer itu apa? itu lho robot pengikut garis . kalau dalam perlombaannya buat balapan . Garisnya untuk sirkuitnya 🙂1_469623750l

Robot kami namanya Shirokishi yang artinya kesatria putih . walaupun ga ada warna putihnya 😀 . ini robot udah di update 3kali tanpa pembaruan komponen ! cuma memeras otak gimana biar dengan komponen seadanya tapi maksimal peformanya . Kita harus kreativ bro ! 🙂

Shirokishi yang pertama ga jalan gara-gara bentuknya dinilai terlalu panjang . Jadi sensor ga responsif . seharusnya antara 2 roda dan sensor membentuk segitiga sama sisi bukan sama kaki . hehe akhirnya aku potong frame PCBnya . Akhirnya lahirlah Shirokishi yang kedua . Ternyata peformanya meningkat dengan drastis ! karena bodynya kecil, ringan, titik gravitasinya ada dibelakang (terinspirasi mobil sport) tapi masalah muncul.

Karena terlalu ringan, ni line tracer terlalu brutal jalan-nya , tiap jalan sampai selalu wheelie alias depannya ngangkat ! sampai butuh 2stabilizer uang koin yang diselotip pink . tapi masih aja brutal jalannya. Di lomba ITS gue kalah gara-gara sampai gulung-gulung ni line tracer . Menyadari akan high peformancenya ni robot , aku meres otak gimana titik gravitasinya ada di depan atau tengah biar ga wheelie tapi tetep punya ciri khas Shirokishi yaitu body mungil.

Akhirnya framenya aku bikin bidang miring/agak nunduk kedepan agar berat didepan, motor DC + gearbox aku bikin konfigurasi tidur agar sedikit luas dan titik gravitasinya ada di tengah, framenya juga aku terinspirasi delta-box 😀 tapi ini tak kasih nama U-Frame hehe . Tempat bolong ditengah itu buat batere 9v kotak . Lalu aku beri aksesoris ‘body-kit’ agar terlihat rendah dari tanah sekedar hiasan namun fungsional agar cahaya lain dari luar tidak mengganggu kerja sensor dalam membaca garis . Bodykit juga tetap ringan karena terbuat pake papercraft namun kurang kokoh .

1_741915279l

Bodynya aku hias pake sentuhan stiker carbon fiber look agar berkesan racing ! dan stiker Yoshimura biar keliatan Japannya 🙂 ini masih 80persen jadi, belum coba jalan tapi aku optimis ni peformanya seimbang dengan kestabilannya . Semoga lomba bentar lagi di Universitas menang ya.. Amin!

Advertisements

5 thoughts on “Line Tracer Setelah Update 3 Kali

  1. you’re so innovatif !! good job boy . I have looked many line tracer or line follower . but your line tracer the sweetest one with ‘yoshimura’ logo .

  2. wah menarik !!! jadi inspirasi nih buat gue ! .

    @jyansuii
    ya selama ini aku liat bentuknya cenderung berantakan, entah banyak kabel ta gimana . apa orang robotika ga pernah peduli ama bentuknya ? tapi yang punya diatas kayaknya lebih memperhatikan desainnya juga . gud jop bro !!

  3. klo boleh q saranin keseimbangannya antara depan belakang imbang, klo keseimbangannya di tengah nanti rodax gak maksimal.

    q juga nak robotik boy team q D’Chorone’z sampai ketemu di jrc 2011 boy. salm kenal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s