Perjalanan sama Logawa : Ceritanya Dunia Sudah Berubah

Kemaren saya ke Jember sendirian naik kereta. Soal sendirian saya gak pernah ada masalah. Tapi naik kereta? apalagi ekonomi.. apa yg kamu bayangkan?. Himpit-himpitan, Panas, Ada orang bawa ayam petok-petok, pengamen dan penjual “mijon mijon mijon” di dalem?. Itu kondisi terakhir waktu SD sebelum akhirnya naek kereta lagi kemaren. Ternyataa.. Sekarang dunia sudah berubah! kereta api bahkan yg kelas ekonomi sudah tidy banget. Nyaman dan dingin. Apalagi sekarang sistemnya sudah ticketing, gak ribet dan bikin teratur.

Continue reading

Bumi

IMG_20140721_025852

 

Karena saya suka cerita tentang anak kecil macem Spirited Away, Ponyo, Secret Life of Arriety dll, beruntung saya nemu novel fantasi ini. Tentang Raib, panggilannya ‘Ra’. Dan dia bisa menghilang :)). Recommended banget, ceritanya bikin penasaran.

Tentang Bumi dan Langit

6efeca2b28654c510fd48714b10dd45d_largePernah gak kepikiran sebenernya gimana sih bentuk dunia kita ini? Gambar diatas bukan bentuk dunia kita. Dia hanya secuil galaksi, diperkirakan ada 300milyar galaksi di dunia, Bima Sakti (Milky Way) salah satunya. Diperkirakan juga ada 250milyar bintang dalam Bima Sakti, Matahari salah satunya. Sudah bisa dibayangkan seberapa besar dunia ini? Planet kita hanya salah satu planet di sekeliling Matahari.

Planet-planet di dunia ini banyaknya bs jadi mlebihi banyaknya pasir pantai yg tersebar di bumi. Dan ibaratnya, bumi hanya sebutir pasir yg kita injak. Manusia cuma kuman/mikroba diatas pasir itu. Balik lagi ke bentuk alam semesta. Bagaimana sih? apakah kotak? lingkaran seperti di game ‘Spore’?. Ternyata penelitian terakhir di Jerman oleh Prof. Fraink Steiner menggunakan teleskop NASA menggambarkan bahwa Continue reading

Tempus Machina: Part 2 Episode 2 – I’ve Got Your First Smile

Part Sebelumnya ada disini


Sekolah kami SMA Bangsa Kusuma memiliki arsitektur dengan gaya peninggalan zaman Belanda. Dengan langit-langit yg tinggi, cerobong asap, jendela besar, bahkan memiliki menara pengintai!. Disini, tempat menimba ilmu anak-anak cerdas yg bisa memanfaatkan triliunan neuron otak mereka dengan baik. Tidak cuma masalah pelajaran saja yg baik, attitude siswa disini juga terkenal sangat bagus.

Setidaknya seperti itu sampul kami dimata masyarakat. Namun aslinya kami masih sama seperti anak-anak SMA lain. Lebih parah? Bisa jadi.

Dengan Mesin waktunya, sebentar lagi Arra akan melakoni warna kehidupan lain dari sekolah ini, yg gak pernah orang ceritakan.

“He, Jancuk!”

Segerombol anak cowok kelas lain yg tidak terima dikatain seperti itu mendatangi Tewel,

“Ngapain kamu ngatain kelasku?” balas Bos, si cowok berbadan paling besar dan paling kaya di gerombolannya.

 Kepala Tewel seakan mau meledak, “Ngapain ngata-ngatain Tewel-Tewel Hah?”

 Angin berhembus dengan lambat. Suasana lorong kelas kami di jam pelajaran ketiga lumayan riuh, Tewel vs 10an anak kelas lain.

Bos tetap tenang diam di tempat. Dari belakang dia, terdengar suara memancing api perkelahian “Uda bos, sikat ajaa… sikaat!!”

Tiba-tiba saja, si Vindo yg disamping bos melangkahkan kakinya maju ke Tewel. Ekspresinya memang selengekan waktu itu.

“BRUAK!”

“……”

Vindo, terlempar 1 meter hampir jatuh ke semak-semak. Tewel yg dalam kondisi marah banget, gak pakai mikir langsung meng-uppercut dagu Vindo!. Satu dua tetes, cairan merah kental mulai jatuh ke lantai keramik ini. Karena suasanya semakin gaduh, guru-guru jam pelajaran ketiga tertarik keluar melihat apa yg terjadi. Continue reading

Tempus Machina : Part 2 – I’ve Got your First Smile

Part sebelumnya ada disini


“Beribu saat dalam kenangan surut, perlahan kita dengarkan bumi menerima tanpa mengaduh, sewaktu detik pun jatuh.” - Sapardi  Djoko Damono


(Suara mobil drifting… lalu terdengar suara tabrakan. BRUAK!)
Tidak lama kemudian mobil ambulan datang dan membawa korban ke rumah sakit

5 menit setelah itu. di tempat lain..

“Halo? Iya? Iya? Apa? Gak denger”, Tetiba aku dapet telepon sewaktu berangkat sekolah.

Di pinggir jalan ini, petugas mengusirku. Dia menyuruhku pindah, jangan berhenti disini. Tapi aku gak peduli.

“Hah? Dimana sekarang? Kamu gakpapa? Aku kesana ta? Oh terus gmn? Yaudah aku berangkat ke sekolah dulu ya… kamu… Kamu jaga diri, jangan banyak gerak” kataku dengan nada lambat, sepertinya neurotransmitter glycin di sarafku bekerja optimal. Tapi petugas dengan muka yg bertambah jengkel itu mendekat dan mengusirku

“Bentar pak! Jancuk!, Temenku telepon abis kecelakaan ini pak!”, Pak Petugas kepolisian yg melihatku, kemudian terdiam. Padahal diumpat sama anak kecil kelas 10

Pandanganku mendadak gelap.. Sunyi, hitam semuanya.

“…………”

Wah wah… sepertinya Mesin Waktu ini perlu di maintenance, terlalu keputar jauh ke 6 tahun yg lalu.

Gakpapa deh, ngomong-ngomong.. Setahun dari moment diatas hubunganku dengan Momo, kami sudah tidak berkomunikasi sama sekali. Seiring berjalannya waktu… Continue reading

Tempus Machina : Part.1 Episode 2 – Sight & Fight

Tempus Machina Part sebelumnya ada disini


Gerigi-gerigi kepingan memori dalam Mesin Waktu ini terasa sedikit tersendat untuk berputar.

Di depan laptop, aku mulai berpikir keras menuangkan pelumas ide seperti apa pada geriginya. Ah, mungkin aku langsung menuliskannya saja daripada kebanyakan berpikir, biarkan geriginya berotasi dan secara mekanis meratakan pelumas ide itu.. Tombol start enginenya aku pencet *Tit

Kembali lagi ke 5 tahun yg lalu, Akhir Juli, di depan layar telepon genggam.
Continue reading

Color, Time and Space

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.